Minggu, 21 Oktober 2012

Tehnik pengambilan gambar


Prosedur dasar panggunaan kamera :

1. Hidupkan kamera ( ON )
2. atur viewvinder  ( lubang intip )
3. atur ulang time kode/kode waktu
4. atur white balance ( WB )
5. atur suara ( Sound )
6. pilih objek yang akan direkam
7. Fokus ( kejelasan gambar )
8. atur bingkai ( framing )
9. atur lubang diafragma
10. tekan tombol record
11. rekam yang diinginkan
12. tekan tombol record kembali untuk berhenti

Ukuran Gambar :

. EXTREME LONG SHOT 
ELS adalah biasanya gambar yang direkam menunjukan panorama
sekitar, atau juga objek yang berada disekitar akan terlihat lebih kecil.

. VERY LONG SHOT
VLS, menunjukan subjek yang berada ditengah lingkungan sekitarnya
dalam VLS ini lingkungan disekitar subjek terlihat lebih dominan.
VLS akan menampilkan panorama yang memenuhi layar

. LONG SHOT
LS, yang menunjukan keseluruhan tubuh dari kepala sampai kaki

. WIDE ANGLE
atau sudut lebar adalah ukuran pengambilan gambar yang memasukan
keadaan sekeliling, jadi sudut lebar akan pandangan seluruh keadaan.

. MEDIUM LONG SHOT
MLS, yang menunjukan mulai dari bagian kepala sampai tepat
dibawah lutut.

. MEDIUM SHOT
MS, yang menunjukan mulai bagian kepala sampai pinggul.
ukuran MS berfungi untuk menunjukan siapa yang sedang 
melakukan aksi itu.

. MEDIUM CLOSE UP
MCU, menunjukan mulai dari bagian kepala sampai dada, 
ini merupakan standar pengambilan gambar dalam wawancara.

. CLOSE UP
CU, memperlihatkan bagian kepala dalam merekam gambar subjek
yang sedang melakukan aksi.
CU berfungsi untuk memfokuskan sebuah aksi yang sedang dilakukan.

. BIG CLOSE UP
BCU, menunjukan gambar wajah yang memenuhi layar televisi. SH

. EXTREME CLOSE UP
ECU, adalah menunjukan gambar yang lebih detail

Angle - angle kamera : 

. WIDE ANGLE atau sudut lebar adalah ukuran pengambilan gambar
yang memasukan keadaan sekeliling, jadi sudut lebar akan 
memberikan pandangan bagian seluruh keadaan.

. HIGH ANGLE adalah sudut pengambilan gambar dengan posisi
kamera berada diatas mata objek.

. LOW ANGLE adalah posisi kamera dibawah mata objek.

. EYE LEVEL adalah posisi kamera tepat sejajar dengan pandangan mata

. TOP ANGLE atau TOP SHOT  adalah biasanya proses pengambilan
gambar dengan menggunakan helicopter.

. OVER SHOULDER SHOT atau OSS adalah sudut pengmbilan gambar
posisi kamera berada dibelakang pundak salah satu objek.
biasanya tehnik ini sering digunakan dalam wawancara.

. POINT OF VIEW atau POV adalah dimana kamera mewakili
objek yang sedang beraksi atau menggantikan mata dari si objek,
biasanya tehnik ini banyak digunakan dalam adegan film horor.


Komposisi :

Salah satu prinsip dalam pengambilan gambar yang benar adalah
tidak boleh terlalu banyak meninggalkan ruangan kosonog pada layar
satu dari metode komposisi yang paling sederhana disebut 
dengan Triangulasi, dimana pusat perhatian ditempatkan pada 
puncak suatu segitiga dengan bagian - bagian penting lainnya 
berada pada dasar segitiga itu.

Metode komposisi lainnya disebut dengan Metode golden mean
ini menyatakan apabila layar televisi dibagi menjadi tiga bagian
baik secara horizontal atau vertikal, maka empat titik pertemuan
dari garis horizontal atau vertikal itu merupakan emapt titik yang
akan menjadi pusat perhatian penonton yang paling kuat.


Tehnik pengambilan gambar lain yang perlu diperhatikan juru kamera
adalah berkaitan dengan ruang kepala (Head Room), ruang hidung
(Nose Room), dan ruang jalan (Walking Room).

Head Room adalah ruang kosong yang berada diatas kepala, yaitu
jarak antara ujung kepala subjek dengan tepi atas layar televisi.
Ruang diatas kepala ini harus masuk dalam pengkomposisian kamera.

Nose Room atau Lead Room adalah ruang yang diperlukan ketika
seseorang melihat atau menunjuk pada suatu arah tertentu.
Pada saat seseorang melihat atau menunjuk, maka ruang kosong
harus tersedia pada arah yang dimaksud. tanpa Nose Room, gambar
akan tampak aneh dan tidak seimbang.

Walking Room adalah jarak yang tersisa ketika seseorang bergerak
pada arah tertentu. tanpa Walking Room, seseorang akan tampak
terhalangi atau terhenti oleh tepi layar.

Pergerakan Kamera :

. ZOOM OUT , yaitu tehnik pengambilan gambar yang dimulai
dari CLOSE UP pada suatu objek dan kemudian objek terlihat 
bergerak menjauh dari kamera yang secara gradual memperlihatkan
lingkungan sekitar subjek. Tehnik ini dilakukan dengan memutar
lingkaran zoom pada kamera.

. ZOOM IN , yaitu tehnik pengambilan gambar yang dimulai dengan
sudut pengambilan yang melebar (Wide) dan kemudian bergerak
mendekati kearah subjek. Tehnik ini dilakukan dengan memutar
lingkaran zoom pada kamera.

Pergerakan kamera dapat dilakukan dengan tiga cara sbb :

1. mengubah posisi atau kedudukan kamera terhadap objek
2. mengatur zoom ring pada kamera
3. menggerakan camcorder secara horizontal (PAN) dan
    vertikal (TILT)

Pedoman cara Shooting Video berkualitas :

1. Hindari Zooming in dan out terlalu banyak
Digital Camcorder saat ini banyak diproduksi dengan fitur super duper
1000x zoom in dan zoom out. ini adalah hal yang baik, tapi masalahnya
adalah, banyak orang terbawa untuk menggunakan fitur ini tanpa
mengetahui apa titik lemahnya fitur ini. banyak produksi video yang
terlalu sering menggunakan zoom in dan zoom out selama men-shoot
di lapangan, ini bisa memberikan tontonan yang menyebabkan pusing.
Gunakan fitur zoom in dan zoom out ini seminimal mungkin, pada saat
menggunakan fitur ini lakukan secara perlahan lahan.
Batasi penggunaan fitur ini apabila men-shoot antar adegan, dan
gunakan tripod kamera apabila anda membutuhkan zoom dengan jarak
yang jauh. Penggunaan normal zoom dengan stabil maks 4x apabila
anda tidak menggunakan tripod.

2. Steady 
Para profesional selalu mengatakan " keep it steady ".
ketika kita sedang men-shoot, tangan kita cenderung untuk bergetar
jika getaran terlalu banyak akan mempengaruhi kualitas rekaman video.
Ada dua cara untuk mengatasi hal ini. salah satunya adalah dengan
melakukannya seperti para profesional - mendapatkan dudukan tripod
yang baik. ini dapat dilakukan dengan mudah.
cara lain adalah menahan diri terhadap sesuatu seperti dinding atau
mungkin berlutut dan mencari tumpuan kamera seolah - olah tangan
anda menjadi tripod (tangan bertumpu diatas meja, dll).

3. Dimanakah Anda ?
Salah satu tips yang digunakan sebagai contoh ketika men-shoot
saat liburan keluarga, pastikan selalu mencari petunjuk, tanda atau
monumen alam yang memberitahu para penonton dimana anda berada.

4. Akhir atau awal ?
Trik lain video shooting yang baik adalah dengan menggunakan 
akhir cerita di awal video. misalkan anda merekam video pernikahan
anda bisa mulai dengan wawancara dari pasangan bahagia ini pada
hari pernikahan sebelum anda masuk ke adegan tentang bagaimana
mereka bertemu, hingga bagaimana cara pengantin pria melamar
pengantin wanita, dll.

5. Short & simple (pendek dan sederhana)
Jangan pernah men-shoot klip video lebih dari dua menit, ini bisa 
membosankan penonton. menggunakan banyak klip pendek durasi
5 sampai 10 detik jauh lebih efektif. hal ini juga membawa beraneka
ragam tayangan kepada penonton.

6. Lighting
Dari semua faktor yang ada diatas, hal yang merusak video adalah
pencahayaan yang buruk. salah satu tips penting untuk merekam video
adalah dengan sumber cahaya dibelakang anda, bersinar (mengarah)
pada objek. contohnya ketika shoot diluar ruangan (outdoor) 
dimana matahari sedang bersinar, pastikan matahari bersinar pada
subjek anda bukan pada lensa kamera anda.
Tips lain adalah dengan menggunakan fitur backlight pada kamera,
hal ini memungkinkan anda untuk mengkompensasi cahaya terlalu
terang dari belakang objek.

7. Ubah perspektif anda
Jangan membatasi bidikan anda ke salah satu sudut saja.
pendekatan subjek dari dari semua sudut. datang dari belakang,
datang dari atas, dsb

8. Belajar dari FILM
Perhatikan berapa banyak anda dapat mempelajari video shooting
dari Film, seringkali kita hanya duduk dan membiarkan adegan film
yang kita tonton tanpa mengetahui apa yang menjadi pikiran sutradara.
cobalah ketika anda menonton sebuah film pertimbangkan bagaimana
sutradara membingkai film yang di-shoot (adegan). anda akan belajar
banyak cara dalam mengarahkan sebuah film.

9. Cek Sound
Jika anda ingin menjadi videografer yang profesional, anda harus 
memiliki mikrofon yang terpasang pada camcorder anda.
mikrofon adalah alat penting agar suara hasil rekaman menghasilkan
kualitas audio yang lebih baik.


Baca selanjutnya " PENGENALAN KAMERA VIDEO "

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar