Untuk foto, sebaiknya menggunakan flash atau cahaya alami matahari ?
Jawabannya tergantung hasil foto yang diinginkan.
Kedua jenis cahaya dapat membuat hasil foto
dengan pencahayaan yang baik. Yang penting adalah
Anda dapat menggunakan cahaya dengan baik.
Cahaya alami memiliki keuntungan yaitu praktis, tidak perlu flash
sehingga fotografer dapat menghemat, selain itu juga
tidak perlu repot mempelajari teknik flash.
Tapi masalah dengan cahaya alami atau matahari adalah
sulit mengendalikannya. Kondisi cuaca, sulit diprediksi.
Sedangkan jika kita menggunakan flash, kita bisa mengatur
arah, sifat cahaya dengan lebih mudah.
Flash akan sangat membantu sekali dalam kondisi
backlight (cahaya di belakang subjek foto)
Contohnya seperti foto dibawah ini :
Foto sebelah kiri memakai flash, sehingga model terang
dan warna kulit dan baju terekam dengan baik,
sedangkan Foto sebelah kanan, latar belakangnya terlalu terang
dan warna kulit dan baju model jadi tidak jelas.
Maka itu saran saya pelajarilah keduanya,
menggunakan cahaya alami dan flash
Wednesday, 26 October 2016
Monday, 21 December 2015
Cara optimal membersihkan sensor kamera
Hal yang paling utama yang harus diingat oleh setiap fotografer adalah, sensor kamera termasuk bagian yang paling sensitif di dalam kameranya, jadi sangat disarankan untuk berhati-hati.
Berikut ini tips membersihkan sensor kamera kita sendiri
dengan cara yang lebih optimal.
Adapun peralatan yang kita butuhkan
pada saat membersihkan sensor kamera :
1. Tripod kamera,
karena pada proses pembersihan nanti kita membutuhkan kedua tangan kita untuk mengerjakannya, kamera cukup dipasang ke tripod saja
2. Korek kuping / Cotton buds ukuran kecil
3. Cairan alkohol (70%), telah penulis masukan ke dalam botol bekas semprotan parfum, tujuannya agar jauh lebih mudah digunakan, cukup disemprotkan saja.
4. Blower ukuran sedang (jika ada ukuran besar lebih bagus lagi)
5. Lampu led serba guna (bisa diganti lampu senter)
6. Lap microfiber untuk lensa
7. Kuas (brusher) pembersih debu khusus untuk kamera
Sebelum melakukan proses pembersihan sensor kamera, penulis ingin memastikan dahulu, seberapa kotor sensor kamera milik penulis
Caranya kita bisa motret objek yang cukup terang, gunakan setting kamera :
– Manual Mode,
– focal length disetting ke paling lebar sesuai lensa yang kita miliki (18mm)
– f/22, gunakan f/22 (bukaan kecil) dengan tujuan kita bisa memunculkan secara maksimal debu di sensor yang menggangu
– ISO 500, disesuaikan dengan kondisi cahaya normal yang kita butuhkan
– Speed, variasi 1/100 sec, 1/125 sec atau 1/200 sec, disesuaikan dengan kondisi pencahayaan.
Seperti berikut ini hasil foto penulis dengan setting demikian.
Terlihat bintik-bintik debu yang menggangu tampilan foto (ditandai lingkaran warna merah oleh penulis).
Sudah saatnya dibersihkan sensor kamera milik penulis.
Pastikan kamera dalam keadaan mati (off), copot baterai dari body kamera, guna mencegah hal yang tidak kita inginkan. Segera kita charge baterai kamera kita, selama proses pengerjaan Tahap Pertama dan Kedua (dibawah), dicharge sampai full.
I. Pembersihan Tahap Pertama.
Kebanyakan fotografer kurang memperhatikan bagian dekat mounting lensa, langsung menggunakan blower untuk membersihkan sensor kamera, akibatnya sensor kamera bukannya bersih, malah bertambah kotor. Nah, untuk menghindari hal yang sama terjadi berikut langkah-langkah pembersihan area sebelum sensor kamera :
1. Pasang kamera ke tripod, atur ketinggiannya sampai sejajar dengan mata kita pada saat kita duduk.
2. Bersihkan terlebih dahulu bagian depan body kamera dari debu, dengan menggunakan kuas khusus yang telah kita sediakan sebelumnya.
3. lepaskan tutup body kamera (body cap).
4. Terlihat bagian dalam kamera seperti gambar berikut ini
5. Kita fokus ke area mounting body kamera seperti yang penulis tandai digambar berikut ini (area yang tidak berwarna biru),
bagian tersebut yang harus kita bersihkan dari debu terlebih dahulu.
6. Siapkan cotton bud, semprotkan dengan cairan alkohol sampai seluruh kepala cotton bud basah
7. Sapukan ke area seperti yang penulis tandai digambar di atas (selain warna biru), segera ganti cotton bud dengan yang baru jika terlihat kotor / kapasnya mulai terurai sedikit. jangan lupa selalu dibasahi (semprot) dengan cairan alkohol.
8. Jangan lupa untuk membersihkan area mounting lensa dan dibaliknya juga.
9. Ulangi proses pembersihan sampai kita yakin tidak ada lagi debu yang nempel di area tersebut. Cairan alkohol biasanya akan segera mengering dalam waktu sekitar 20 detik.
10. Pengecekan akhir, bisa kita lakukan dengan menyentuh dengan ujung jari area yang telah kita bersihkan itu, jika masih terdapat debu tipis, ulangi sekali lagi proses pembersihan dengan menggunakan cotton bud yang dibasahi alkohol.
11. Setelah semua area bersih dari debu, kita diamkan sebentar sekitar 20 detik untuk membuat cairan alkohol mengering tanpa bekas.
II. Pembersihan Cermin / Mirror.
Pada tahap kedua ini kita membersihkan salah satu bagian penting kamera yaitu cermin / mirror-nya.
1. Semprotkan cairan alkohol ke cotton bud yang baru
2. Sapukan kepala cotton bud yang telah basah itu ke bagian cermin / mirror yang terlihat oleh mata kita, sapukan dengan tidak menekan, cukup membasahi saja bagian cermin / mirror-nya
3. Gunakan kain lap microfiber bersih yang telah kita siapkan sebelumnya, untuk membersihkan (secara perlahan), bekas cairan alkohol di atas cermin / mirror.
Jangan khawatir cermin / mirror itu sifatnya sama persis dengan lensa kamera kita yang biasa kita bersihkan dengan kain microfiber khusus lensa
4. Bersihkan sampai kinclong kembali cermin / mirror-nya.
5. Pasang kembali body cap (tutup) kamera kita.
III. Pembersihan Tahap Ketiga
Pembersihan area sensor kamera :
1. Dengan kondisi body cap kamera terpasang, pastikan dahulu baterai kamera kita dalam kondisi full (udah di charge sebelumnya).
2. Pasang baterainya ke kamera, keluarkan memory card (CF) dari tempatnya di body kamera
3. Naikan ketinggian tripod, sampai posisi kamera tepat berada di atas kepala kita (posisi duduk), lalu miringkan ke arah depan (45 derajat) posisi bodi kamera, melalui pengaturan sudut di head tripod.
4. Nyalakan kamera (on), masuk ke menu, setting fitur “Auto power off” menjadi off, fungsinya untuk mencegah kamera mati / off secara otomatis, saat kita sedang membersihkan sensor kamera.
5. Geser ke menu sebelahnya, pilih “Sensor cleaning”
6. Pilih “Clean manually”
7. Konfirmasi, pilih OK
8. Anda akan mendengar bunyi “klak” dari dalam body kamera, itu artinya cermin / mirror terkunci ke atas (terangkat), pada bagian top LCD kamera kita bisa melihat statusnya tercantum seperti gambar ini.
9. Buka tutup body kamera (body cap), anda bisa berpindah duduk tepat di depan kamera.
10. Semprotkan pipa ujung blower dengan cairan alkohol
11. Usapkan / bersihkan dengan tisu, tujuannya agar bagian ujung pipa blower bersih dan steril dari debu.
12. Arahkan pipa blower ini ke dalam body kamera, tekan beberapa kali agar anginnya berhembus ke arah sensor kamera.
13. Dengan bantuan lampu led (senter), kita bisa mengecek kondisi sensor kamera, jika dilihat masih ada bintik debu atau sejenisnya, dihembuskan lagi angin blowernya ke arah sensor, hati-hati jangan sampai ujung pipa blower menyentuh sensor atau focus screen tepat di sisi atasnya.
14. Jika telah dirasa cukup, pemakaian blowernya, segera tutup body kamera dengan tutupnya (body caps).
15. Matikan kameranya, agar cermin / mirror kembali ke posisi semula, sekali lagi anda akan mendengar bunyi klak.
Posisi kamera yang dimiringkan ke depan (45 derajat atau lebih), membuat debu yang ditiup ikut jatuh keluar body kamera mengikuti hukum gravitasi. Jika kemiringan kameranya dirasa kurang, bisa anda tambah menjadi 90 derajat (tegak lurus menghadap ke bawah). Akan tetapi posisi kamera harus selalu tepat berada di atas kepala anda (anda dalam posisi duduk), agar tidak melelahkan mata dan leher anda saat pengerjaan pembersihan sensor. Naikan posisi kolom tengah tripod, untuk menyesuaikan ketinggian letak kamera di atas kepala anda.
Berikut ini hasil pembersihan pertama yang penulis lakukan, dicek melalui editor Adobe Lightroom, setting kamera sama seperti foto pertama.
Hasilnya masih tersisa beberapa bintik debu yang muncul di foto, tidak sebanyak sebelumnya (ditandai lingkaran merah).
Sekali lagi penulis melakukan pembersihan sensor (Tahap Ketiga) menggunakan blower, seperti langkah-langkah di atas.
Hasil pengecekannya melalu foto, bersih !!!!
Tidak ada lagi bintik debu yang muncul di foto, ini artinya sensor kamera milik penulis telah bersih dari debu
Jika proses pembersihan area sensor dengan menggunakan blower telah kita lakukan lebih dari dua kali, tapi ternyata debu yang nempel di sensor kamera tidak hilang juga, coba ganti lensa yang digunakan dengan lensa lain milik kita, atau bersihkan dahulu lensa kamera kita sebelum mengetest kembali.
Friday, 14 August 2015
3 Point Pencahayaan Dalam Sinematografi
Ada 3 point khusus tentang tata pencahayaan dalam dunia sinematografi yang perlu di perhatikan, diantaranya adalah:
1. Key Light
2. Fill Light
3. Hair Light
1. Key Light
Dengan kata “Key” atau jika ditranslatekan yang berarti “Kunci“, Key Light berperan sebagai kunci pencahayaan atau cahaya utama paling kuat yang digunakan dalam menerangi objek. Seperti gambar diatas, terlihat bahwa Key Light membuat objek nampak hanya di salah satu sisi saja dan gambar yang dihasilkan terlihat tidak alami juga memiliki kontras yang tinggi.
2. Fill Light
Fill light sebagai cahaya sekunder berperan dalam mengisi cahaya di satu sisi lainnya dari objek. Cahaya yang di hasilkan Fill Light tidak boleh lebih terang dari Key Light. Seperti pada gambar bayangan yang dihasilkan Key Light bisa di netralisir oleh Fill Light sehingga membuat objek nampak lebih natural.
3. Hair Light
Hair Light atau yang juga dikenal dengan Back Light berperan sebagai pemisah antara objek dengan background, dimana seperti pada gambar Hair Light membuat objek terlihat lebih berbentuk dan terlihat 3 dimensi.
Saturday, 3 November 2012
SINEMATOGRAFI
Kemajuan teknologi akan terus berkembang, demikian juga dengan
teknologi Sinematografi, sehingga kini dikenal dengan sinematografi
digital. Kemajuan ini tentu saja akan lebih memudahkan para sineas
dalam berkarya. Sebelum membahas lebih jauh mengenai sinematografi
kita pamahi dulu makna dari sinematografi itu sendiri.
Sinematografi adalah serapan dari bahasa inggris Cinematography
yang berasal dari bahasa latin Kinema (gambar).
Sinematografi sebagai ilmu serapan merupakan bidang ilmu yang
membahas tentang tehnik menangkap gambar dan menggabung-
gabungkan gambar tersebut hingga menjadi rangkaian gambar
yang dapat menyampaikan ide.
Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni
menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. kerena objeknya
sama maka peralatannya pun mirip. perbedaannya :
Fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi
menangkap rangkaian gambar.
Penyampaian ide pada Fotografi memanfaatkan gambar tunggal,
sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar.
jadi sinematografi gabungan antara fotografi dengan tehnik
rangkaian gambar atau dalam sinematografi disebut montase
atau montage.
D.O.P
D.O.P atau director of photography adalah seorang seniman yang
melukis dengan cahaya. Dia harus familiar dengan komposisi dan
semua aspek tehnik pengendalian kamera dan biasanya dipanggil
untuk menyelasaikan permasalahan teknis yang muncul selama
perekaman film. D.O.P sangat jarang mengoperasikan kamera.
Kerja D.O.P sangat dekat dengan sutradara untuk mengarahkan
tehnik pencahayaan dan jangkauan kamera untuk setiap
pengambilan gambar. Banyak orang berpikir bahwa sutradara
mengatur seorang aktor apa yang harus dia lakukan dan tugas
D.O.P adalah mengambil gambar, ini benar tetapi ada banyak lagi
proses selain hal tersebut. Perubahan dari script ke dalam layar lebar
adalah melalui lensa seorang D.O.P
Sinematografi tidaklah hanya melihat melalui kamera dan mengambil
gambar. Namun tentu saja memerlukan mata yang tajam dan
imajinasi yang kreatif. ini juga memerlukan pengetahuan tentang
kimia dan fisika, persepsi sensor yang tepat dan tetap focus pada
detail. hampir dari semua itu memerlukan kemampuan untuk
memimpin dan juga mendengar, untuk menjadi bagian dari team
kreatif dan proses, dapat dengan memberikan saran yang membangun
dan kritis. Sinematografer memerlukan waktu yang panjang dalam
pekerjaannya.
Bekerja dengan Sutradara
Tanggung jawab utama dari D.O.P adalah untuk menciptakan jiwa dan
perasaan dalam gambar dengan pencahayaan mereka. Tergantung
kepada gaya sutradara, anda dapat memutuskan untuk memilih
penampilan film anda sendiri, atau biasanya setelah meeting dengan
sutradara dan biasanya dilakukan bagian artistik yang anda pilih
untuk mengatur tehnik pencahayaan yang sesuai. atau sutradara
memiliki ide sendiri seperti apa bentuk film ini dan ini akan menjadi
tugas D.O.P untuk memenuhi keinginannya.
Sutradara dan Sinematografer seharusnya secara konstan berdiskusi
tentang angle kamera, warna, pencahayaan, bloking dan pergerakan
kamera. sutradara tahu apa yang dia inginkan.
Sinematografer menawarkan Ide dan menerima penolakan,
Sutradara adalah kapten dari kapal, seberapa banyak atau sebatas
mana kolaborasi yang dia inginkan adalah keputusannya.
Tuesday, 23 October 2012
Pengenalan Kamera Video
Kamera video adalah perangkat perekam gambar video yang mampu
menyimpan gambar digital dari mode gambar analog.
Kamera video termasuk salah satu produk teknologi digital, sehingga
disebut pula salah satu perangkat digitizer yang memiliki kemampuan
mengambil input data analog berupa frekuensi sinar dan mengubah
ke mode digital elektronis.
Video/Film adalah rangkaian banyak frame gambar yang diputar
dengan cepat. Masing - masing frame merupakan rekaman dari
tahapan - tahapan dari suatu gerakan. semakin cepat putarannya
semakin halus gerakannya, walaupun sebenarnya terdapat jeda
antara frame namun kita sebagai manusia tidak bisa menangkap
jeda tersebut dengan kasat mata.
MACAM - MACAM KAMERA VIDEO
Macam - macam video dilihat dari fungsinya dapat dibedakan :
1. Kamera standar broadcast
2. Kamera semi broadcast
3. Kamera Home use
4. Kamera handy cam
Pembagian berdasarkan format kamera video :
1. Camcoder
2. Camcoder miniDV
3. Camcoder DVD
Format dalam Kamera video dibagi atas 2 bagian :
1. Analog format yang terdiri dari standar VHS, VHS-C, super VHS,
super VHS-C, 8mm, Hi-8.
2. Digital format yang terdiri dari miniDV, Digital8, DVD.
JENIS - JENIS KAMERA
Kamera Studio
Kamera jenis ini selain memiliki kemampuan tersendiri juga ada
beberapa adjustment yang dikontrol, alat tersebut bernama
Camera Control Unit atau lebih dikenal dengan CCU.
Seperti system kamera jenis lainnya, kamera studio bertumpu pada
penelusuran sirkuit akan tetapi tehnik digital sekarang memiliki
pre-set pada semua penyetelan sirkuit terutama pada kamera studio modern.
Karena ukuran kamera studio sangat berat maka kamera studio biasanya
terpasang pada dolly agar bisa berpindah atau digeser secara halus.
Kamera Broadcast Portable
Kamera jenis ini lebih ramping, cocok untu digunakan di studio atau
di lapangan. dengan lensa Zoom dan Viewfinder yang lebih besar maka
kamera portable juga digunakan di studio produksi. Dan karena lebih
ramping dibandingkan dengan kamera studio, unit kamera ini bisa
bekerja di lapangan secara langsung. kamera portable memiliki semua
sirkuit yang dibutuhkan serta memiliki fungsi - fungsi yang otomatis.
Kemera jenis ini juga memiliki videotape recorder sebagai bagian dari
body kamera.
Kamera kecil
Kamera ini lebih pupoler dengan nama Handycam. jenisnya kecil,
dibuat karena untuk pertimbangan harga yang murah.
Digunakan untuk home use.
Sinematrography electronik
Jenis kamera ini adalah jenis kamera televisi yang didesain dengan
karakter menyerupai kamera Film. menggunakan tape yang selanjunya
di transfer ke dalam bentuk seluloid.
BAGIAN - BAGIAN KAMERA
Kamera secara normal di desain agar cocok untuk aplikasi tertentu.
kamera studio misalnya, memilki Viewfinder yang besar agar kameramen
bisa dengan mudah mengoreksi focus secara akurat.
Lensa kamera merupakan mata yang berfungsi menerima gambar
secara natural. lensa kamera memiliki penyesuai area, lensa jenis ini
disebut lensa zoom.
Beam splitter (pembagi cahaya), Didalam sistem TV warna, warna gambar
natural sebenarnya dibagi menjadi tiga versi identik yakni cahaya
berwarna merah, hijau dan biru yang direflesikan dari sebuah subjek.
Hal ini bisa dilakukan dengan tiga metode, yaitu :
Dichroic mirror - Prisma blok khusus - atau Filter bergaris
Tabung kamera, Solid-state image sensors (CCD) secara sederhana,
urutan teratas kamera televisi memiliki 3 tabung yang terbagi atas
componen merah, hijau dan biru pada gambar berwarna.
informasi gambar secara detail dan brightness (luminance) dipancarkan
dari gabungan gelombang warna yang diterima.
Viewfinder, letak viewfinder lajimnya berada di paling atas kamera
atau berada di samping kiri kamera. Viewfinder memiliki layar monochrome
atau hitam putih, namun kini ada juga yang telah memiliki layar warna.
Mounting, mounting kamera adalah bagian paling bawah dari kamera
yang berfungsi untuk menyandarkan kamera pada tripod, agar kamera
bisa digerakan sesuai keinginan kameramen.
KONTROL KAMERA
Semua jenis kamera memiliki tiga urutan kontrol :
Untuk penyesuaian selama pengambilan gambar, Penyesuaian kembali
ketika perubahan diinginkan, atau ketika kamera didiamkan sendirian.
Pada kamera studio sebagian kontrol distel di CCU yang terpisah dari
kamera. seorang CCU man akan mengontrol terang gelap serta
keseimbangan warna dan lainnya agar gambar yang dihasilkan bisa
maksimal. jadi seorang kameramen akan konsentrasi pada framing saja.
Lensa kamera, sistim pada lensa kamera secara normal memiliki
tiga penyetelan atau adjustment yang bisa distel secara manual
atau semi otomatis.
Focus, penyetelan jarak dimana gambar harus jelas/fokus.
F-stop, penyetelan variable diafragma iris di dalam lensa zoom,
merubah jarak focal (focal leght) disesuiakan berapa banyak
pemandangan/gambar bisa dicapai.
Secara keseluruhan yang bisa dilakukan pada control lensa adalah
agar gambar atau shot bisa jelas/focus, gambar bisa memiliki
kedalaman atau dept of field yang baik, shot memiliki sudut yang baik,
serta besar kecilnya gambar yang diinginkan.
Sudut lensa umumnya layar televisi memiliki proporsi 4:3, Lensa kamera
secara normal bisa menangkap gambar dengan proporsi yang sama 4:3
Hitungan ini menjadi acuan bagaimana agar kita bisa memanfaatkan
lens angle atau sudut lensa. Selain lensa yang normal, terdapat juga
narrow lens untuk pengambilan gambar yang jauh serta widelens, untuk
mendapatkan gambar lebih lebar lagi.
Kontrol zoom, berfungsi untuk mendekatkan atau menjauhkan objek.
pada tombol ini terdapat kode W (wide angle) dan T (telephoto)
jika tombol zoom ditekan di kode W maka gambar atau objek kelihatan
mendekat (zoom in), jika kontrol zoom dengan kode T yang ditekan maka
objek akan menjauh (zoom out).
Focus untuk membuat gambar menjadi fokus, setel atau adjust lensa
dengan memutar ring focus. hal ini juga bisa disesuaikan dengan
merubah kontrol zoom. Focus juga akan jauh lebih mudah jika objek
yang kita shooting memiliki cahaya yang cukup.
F-numbers (f-stop), f-stop sebenarnya bisa dihitung, ini persis seperti
pada lensa photo still (tustel). Angka - angka tersebut adalah
f/1.422.845.68 11 16 22 32 dalam kenyataannya angka - angka
tersebut bisa 3.5 4.5 6.3 biasanya digunakan. sebagai contoh :
dalam bukaan pertama dari f/8 ke f/4 artinya gambar lebih terang
empat kali lipat.
Agar kita memiliki dept of field yang baik harus memiliki pencahayaan
yang cukup.
Exposure dan iris, orang sering beranggapan kalau gambar yang bagus
adalah gambar yang terang, hal ini tidak selalu benar. yang benar
adalah jika objek memiliki tones yang benar.
Dalam kamera standar memiliki auto-iris , kalau fasilitas ini diaktifkan
maka secara otomatis lensa akan menyetelnya, rongga lensa terbuka.
Fasilitas auto-iris bermanfaat ketika seorang kameramen harus
berpindah - pindah tempat dimana pencahayaan belum tentu sama.
sayangnya jika fasilitas ini dipakai kadangkala objek menjadi tidak
konstan. jadi baiknya adalah fasilitas ini digunakan pertama kali,
selanjunya gunakan manual iris. jika pindah lokasi atau pencahayaan
berbeda lakukan dengan auto-iris kembali, setelah itu kembali lagi
ke manual.
BAHASA KAMERA
Bahasa kamera merupakan bahasa standar broadcast internasional
jadi bahasa digunakan di stasiun televisi manapun.
berikut bahasa kamera yang umum digunakan :
ECU : Extreme close-up (shot yang detail)
VCU : Very close-up (shot muka,dari dahi ke dagu)
BCU : Big close-up (seluruh kepala)
CU : Close-up (dari kepala sampai dada)
MCU : Medium close-up (dari kepala sampai perut)
MS : Medium shot (seluruh badan sebelum kaki)
KNEE : Knee shot (dari kepala hingga lutut)
MLS : Medium long shot (keseluruhan badan)
LS : Long shot (keseluruhan, ¾ sampai 1/3 tinggi layar)
ELS : Extra long shot (XLS), long shot yang lebih Extreme
Zoom in : Obyek seolah-olah mendekat ke kamera
Zoom out : Obyek seolah-olah menjauh dari kamera
Pan up / Tilt up : Kamera bergerak (mendongak) ke atas
Pan down / Tilt down : Kamera bergerak ke bawah
Pan Left : Kamera bergeser ke kiri
Pan Right : Kamera bergeser ke kanan
Track in / Dolly in : Kamera track (bergerak) mendekat ke obyek
Track out / Dolly out : Kamera track (bergerak) menjauh dari obyek
MEMILIH KAMERA VIDEO YANG BAIK
Yang perlu diperhatikan :
1. Teknologi Image Engine diantaranya LCD, CRT, DLP, dan LCOS
disarankan untuk memilih yang LCD.
2. Resolusi : SVGA, XVGA, SXGA, dan UXGA
pilih resolusi yang tinggi yaitu SVGA
3. Brightness (pencahayaan) dengan ukuran ANSI lumens,
pilih dengan ANSI lumens yang lebih besar.
4. Koneksi mempengaruhi kualitas gambar
VGA, RBG, RCA, SVIDEO, DVI (pilih yang paling lengkap)
Performa Kamera video bisa di lihat dari :
1. Analisa gambar bergerak = kualitas gambar bergerak
yang telah direkam
2. Titik lemah Resolusi = menentukan nilai yang horizontal
dan vertikal, dan hanya sedikit yang menguji warna-warni
3. White Balance = untuk daylight dan sinar lampu dengan
menggunakan testchart yang telah distandarisasi dan
selanjutnya melakukan penilaian true colour
4. Menghitung Noise = perbandingan antara signal dan
noise power dituliskan dalam decibel (dB), semakin
tinggi nilai dB nya berarti semakin tinggi noise distance
dan semakin baik pula gambar videonya.
5. Cahaya sensitif = berapa lama waktu yang dibutuhkan
kamera untuk menyesuaikan ulang kecerahan, semakin
lama ulang waktu penyesuaian semakin buruk pula
setting diafragma otomatisnya.
6. Kompresi kontra kerugian = perbedaan antara rekaman
dengan aslinya.
Sunday, 21 October 2012
Tehnik pengambilan gambar
Prosedur dasar panggunaan kamera :
1. Hidupkan kamera ( ON )
2. atur viewvinder ( lubang intip )
3. atur ulang time kode/kode waktu
4. atur white balance ( WB )
5. atur suara ( Sound )
6. pilih objek yang akan direkam
7. Fokus ( kejelasan gambar )
8. atur bingkai ( framing )
9. atur lubang diafragma
10. tekan tombol record
11. rekam yang diinginkan
12. tekan tombol record kembali untuk berhenti
Ukuran Gambar :
. EXTREME LONG SHOT
ELS adalah biasanya gambar yang direkam menunjukan panorama
sekitar, atau juga objek yang berada disekitar akan terlihat lebih kecil.
. VERY LONG SHOT
VLS, menunjukan subjek yang berada ditengah lingkungan sekitarnya
dalam VLS ini lingkungan disekitar subjek terlihat lebih dominan.
VLS akan menampilkan panorama yang memenuhi layar
. LONG SHOT
LS, yang menunjukan keseluruhan tubuh dari kepala sampai kaki
. WIDE ANGLE
atau sudut lebar adalah ukuran pengambilan gambar yang memasukan
keadaan sekeliling, jadi sudut lebar akan pandangan seluruh keadaan.
. MEDIUM LONG SHOT
MLS, yang menunjukan mulai dari bagian kepala sampai tepat
dibawah lutut.
. MEDIUM SHOT
MS, yang menunjukan mulai bagian kepala sampai pinggul.
ukuran MS berfungi untuk menunjukan siapa yang sedang
melakukan aksi itu.
. MEDIUM CLOSE UP
MCU, menunjukan mulai dari bagian kepala sampai dada,
ini merupakan standar pengambilan gambar dalam wawancara.
. CLOSE UP
CU, memperlihatkan bagian kepala dalam merekam gambar subjek
yang sedang melakukan aksi.
CU berfungsi untuk memfokuskan sebuah aksi yang sedang dilakukan.
. BIG CLOSE UP
BCU, menunjukan gambar wajah yang memenuhi layar televisi. SH
. EXTREME CLOSE UP
ECU, adalah menunjukan gambar yang lebih detail
Angle - angle kamera :
. WIDE ANGLE atau sudut lebar adalah ukuran pengambilan gambar
yang memasukan keadaan sekeliling, jadi sudut lebar akan
memberikan pandangan bagian seluruh keadaan.
. HIGH ANGLE adalah sudut pengambilan gambar dengan posisi
kamera berada diatas mata objek.
. LOW ANGLE adalah posisi kamera dibawah mata objek.
. EYE LEVEL adalah posisi kamera tepat sejajar dengan pandangan mata
. TOP ANGLE atau TOP SHOT adalah biasanya proses pengambilan
gambar dengan menggunakan helicopter.
. OVER SHOULDER SHOT atau OSS adalah sudut pengmbilan gambar
posisi kamera berada dibelakang pundak salah satu objek.
biasanya tehnik ini sering digunakan dalam wawancara.
. POINT OF VIEW atau POV adalah dimana kamera mewakili
objek yang sedang beraksi atau menggantikan mata dari si objek,
biasanya tehnik ini banyak digunakan dalam adegan film horor.
Komposisi :
Salah satu prinsip dalam pengambilan gambar yang benar adalah
tidak boleh terlalu banyak meninggalkan ruangan kosonog pada layar
satu dari metode komposisi yang paling sederhana disebut
dengan Triangulasi, dimana pusat perhatian ditempatkan pada
puncak suatu segitiga dengan bagian - bagian penting lainnya
berada pada dasar segitiga itu.
Metode komposisi lainnya disebut dengan Metode golden mean
ini menyatakan apabila layar televisi dibagi menjadi tiga bagian
baik secara horizontal atau vertikal, maka empat titik pertemuan
dari garis horizontal atau vertikal itu merupakan emapt titik yang
akan menjadi pusat perhatian penonton yang paling kuat.
Tehnik pengambilan gambar lain yang perlu diperhatikan juru kamera
adalah berkaitan dengan ruang kepala (Head Room), ruang hidung
(Nose Room), dan ruang jalan (Walking Room).
Head Room adalah ruang kosong yang berada diatas kepala, yaitu
jarak antara ujung kepala subjek dengan tepi atas layar televisi.
Ruang diatas kepala ini harus masuk dalam pengkomposisian kamera.
Nose Room atau Lead Room adalah ruang yang diperlukan ketika
seseorang melihat atau menunjuk pada suatu arah tertentu.
Pada saat seseorang melihat atau menunjuk, maka ruang kosong
harus tersedia pada arah yang dimaksud. tanpa Nose Room, gambar
akan tampak aneh dan tidak seimbang.
Walking Room adalah jarak yang tersisa ketika seseorang bergerak
pada arah tertentu. tanpa Walking Room, seseorang akan tampak
terhalangi atau terhenti oleh tepi layar.
Pergerakan Kamera :
. ZOOM OUT , yaitu tehnik pengambilan gambar yang dimulai
dari CLOSE UP pada suatu objek dan kemudian objek terlihat
bergerak menjauh dari kamera yang secara gradual memperlihatkan
lingkungan sekitar subjek. Tehnik ini dilakukan dengan memutar
lingkaran zoom pada kamera.
. ZOOM IN , yaitu tehnik pengambilan gambar yang dimulai dengan
sudut pengambilan yang melebar (Wide) dan kemudian bergerak
mendekati kearah subjek. Tehnik ini dilakukan dengan memutar
lingkaran zoom pada kamera.
Pergerakan kamera dapat dilakukan dengan tiga cara sbb :
1. mengubah posisi atau kedudukan kamera terhadap objek
2. mengatur zoom ring pada kamera
3. menggerakan camcorder secara horizontal (PAN) dan
vertikal (TILT)
Pedoman cara Shooting Video berkualitas :
1. Hindari Zooming in dan out terlalu banyak
Digital Camcorder saat ini banyak diproduksi dengan fitur super duper
1000x zoom in dan zoom out. ini adalah hal yang baik, tapi masalahnya
adalah, banyak orang terbawa untuk menggunakan fitur ini tanpa
mengetahui apa titik lemahnya fitur ini. banyak produksi video yang
terlalu sering menggunakan zoom in dan zoom out selama men-shoot
di lapangan, ini bisa memberikan tontonan yang menyebabkan pusing.
Gunakan fitur zoom in dan zoom out ini seminimal mungkin, pada saat
menggunakan fitur ini lakukan secara perlahan lahan.
Batasi penggunaan fitur ini apabila men-shoot antar adegan, dan
gunakan tripod kamera apabila anda membutuhkan zoom dengan jarak
yang jauh. Penggunaan normal zoom dengan stabil maks 4x apabila
anda tidak menggunakan tripod.
2. Steady
Para profesional selalu mengatakan " keep it steady ".
ketika kita sedang men-shoot, tangan kita cenderung untuk bergetar
jika getaran terlalu banyak akan mempengaruhi kualitas rekaman video.
Ada dua cara untuk mengatasi hal ini. salah satunya adalah dengan
melakukannya seperti para profesional - mendapatkan dudukan tripod
yang baik. ini dapat dilakukan dengan mudah.
cara lain adalah menahan diri terhadap sesuatu seperti dinding atau
mungkin berlutut dan mencari tumpuan kamera seolah - olah tangan
anda menjadi tripod (tangan bertumpu diatas meja, dll).
3. Dimanakah Anda ?
Salah satu tips yang digunakan sebagai contoh ketika men-shoot
saat liburan keluarga, pastikan selalu mencari petunjuk, tanda atau
monumen alam yang memberitahu para penonton dimana anda berada.
4. Akhir atau awal ?
Trik lain video shooting yang baik adalah dengan menggunakan
akhir cerita di awal video. misalkan anda merekam video pernikahan
anda bisa mulai dengan wawancara dari pasangan bahagia ini pada
hari pernikahan sebelum anda masuk ke adegan tentang bagaimana
mereka bertemu, hingga bagaimana cara pengantin pria melamar
pengantin wanita, dll.
5. Short & simple (pendek dan sederhana)
Jangan pernah men-shoot klip video lebih dari dua menit, ini bisa
membosankan penonton. menggunakan banyak klip pendek durasi
5 sampai 10 detik jauh lebih efektif. hal ini juga membawa beraneka
ragam tayangan kepada penonton.
6. Lighting
Dari semua faktor yang ada diatas, hal yang merusak video adalah
pencahayaan yang buruk. salah satu tips penting untuk merekam video
adalah dengan sumber cahaya dibelakang anda, bersinar (mengarah)
pada objek. contohnya ketika shoot diluar ruangan (outdoor)
dimana matahari sedang bersinar, pastikan matahari bersinar pada
subjek anda bukan pada lensa kamera anda.
Tips lain adalah dengan menggunakan fitur backlight pada kamera,
hal ini memungkinkan anda untuk mengkompensasi cahaya terlalu
terang dari belakang objek.
7. Ubah perspektif anda
Jangan membatasi bidikan anda ke salah satu sudut saja.
pendekatan subjek dari dari semua sudut. datang dari belakang,
datang dari atas, dsb
8. Belajar dari FILM
Perhatikan berapa banyak anda dapat mempelajari video shooting
dari Film, seringkali kita hanya duduk dan membiarkan adegan film
yang kita tonton tanpa mengetahui apa yang menjadi pikiran sutradara.
cobalah ketika anda menonton sebuah film pertimbangkan bagaimana
sutradara membingkai film yang di-shoot (adegan). anda akan belajar
banyak cara dalam mengarahkan sebuah film.
9. Cek Sound
Jika anda ingin menjadi videografer yang profesional, anda harus
memiliki mikrofon yang terpasang pada camcorder anda.
mikrofon adalah alat penting agar suara hasil rekaman menghasilkan
kualitas audio yang lebih baik.
Baca selanjutnya " PENGENALAN KAMERA VIDEO "
Subscribe to:
Posts (Atom)














































